Pada intinya kita
sebagai mahluk hidup yang memiliki Tuhan yang menciptakan, menyayangi hambanya
dan tidak pernah membeda-bedakan dengan manusia yang lainnya. Manusia yang
tidak sempurna, manusia yang berbeda-beda bentuk, sifat dan yang lainnya. Akan
tetapi Allah tidak pernah membedakan hambanya, semua sama. Allah yang maha
pengasih lagi maha penyayang, maha pemurah, maha adil dan segalanya, Allah yang
begitu sempurna, Allah yang selalu ada di hati kita susah maupun senang.
Dan kita sebagai
manusia biasa yang tidak sempurna, harus percaya bahwa Allah itu selalu dekat
dengan hambanya, Allah itu tidak pernah jauh dengan hambanya walaupun hambanya
berbuat dosa, akan tetapi terkadang manusia itu sendiri yang menjauhkan diri
kepada Allah. Bagaimana tidak, ketika hambanya membutuhkan pertolongannya
walaupun hambanya tidak pernah bertaqwa kepadanya, tapi Allah tetap saja menolongnya.
Allah tau apa yang kita butuhkan, allah tau apa yang akan terjadi besok, tau
setiap waktu yang kita jalani sesulit apapun itu. Pertolongan yang selalu ada
tanpa kita sadari dan di akhirnya kita akan merasakan pertolongan yang Allah
berikan.
Allah selalu ada untuk.
Jangan pernah takut ketika kita dalam kesulitan, ketika kita tidak tau lagi
harus meminta tolong ke siapa, ketika kita merasa sendiri, ketika tidak ada
lagi orang yang peduli, ketika kita mengalami kegagalan dan kegagalan dalam
kehidupan kita, ketika kita tidak tau lagi dengan arah dan tujuan kita. Allah
itu ada dan selalu memantau gerak-gerik hambanya, ketika hambanya tidak bisa
melihat apa yang di lakukan orang lain. Tapi jangan salah, ada Allah yang
melihat kita ketika berbuat baik atau berbuat dosa. Allah itu sangat dekat,
Allah itu ada dalam hati kita, hanya Allah itu ghaib dan cukup kita percayai
tanpa kita pertanyakan.
YAKINLAH dalam diri
kita bahwa Allah selalu ada di sisi kita, Allah akan cepat menolong hambanya,
Allah akan selalu di samping kita dan janganlah pernah ngerasa sendiri karna
Allah ada dalam hati kita, Allah tidak akan pernah menguji hambanya di atas
kemampuan hambanya sediri dan Allah akan memberikan jalan keluarnya sesulit
apapun itu.
Percayalah Allah selalu
ada, Allah tidak akan pernah jauh dengan hambanya, Allah akan selalu bersama
kita. Ketika pertanyaan apakah Allah jauh atau dekat ? tanyakanlah pada diri
kita sendiri apakah kita jauh atau dekat dengannya. Karna Allah sendiri tidak
pernah menjauhkan hambanya, tapi hambanya sendiri yang menjauhkan kepada sang
penciptanya. Berdoa, berusaha dan bersukur kepadanya, bersujudlah kepadanya
karna karna Allah yang menciptakan kita, berimanlah kepadanya.
Allah jauh dekat dengan
tasauf itu sendiri, tasauf itu ilmu untuk mengetahui bagaimana menyucikan jiwa,
menejernihkan ahlaq. Tasauf sendiri merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal
duniawi) dan orang-orang tasauf itu lebih mencari kehidupan abadi di akhirat
dengan cara beribadah sepenuhnya. Hubunganya adalah sama-sama beribadah kepada
Allah, dan kita dapat mencontoh orang-orang tasauf yang khusu terus menerus
beribadah kepada Allah. Akan tetapi kita juga tidak boleh lupa dengan duniawi.
Karna kita di turunkan oleh Allah ke dunia, karna kita mendapatkan kehidupan di
akhirat itu tetap lewat duniawi dengan kita shalat, menolong sesama, itukan di
dunia dan bukan di akhirat. karna kita hidup di dunia itu tidak sendiri tapi
butuh bantuan orang lain juga dan begitupun dengan orang lain pasti
membutuhkannya.
Intinya betapa egoisnya
kalau kita asik beribadah dan sholeh sendiri, sementara orang-orang tidak
semuanya sama beribadah kepadanya dan masih banyak yang berbuat dosa, masih
banyak yang meminta bantuan. Seperti sabda Rasulullah : beribadahlah kalian
seakan-akan kita mati besok dan bekerjalah kalian seakan-akan kita akan hidup
selamanya.
Yakin, yakin dan
yakinlah bahwa Allah itu ada, bahwa Allah itu dekat dan allah tidak pernah
menjauhkan hambanya. Tapi bagaimana hambanya sendiri yang ingin dekat atau jauh
dengannya. Ga ada yang ga mungkin dengan kekuasaanya, apabila iya kehendaki
semua akan terjadi.